Tag: laba bruto

  • Willgo Zainar Pimpin Krakatau Steel Usai RUPSLB, Kinerja Baja Semester I Menguat

    Willgo Zainar Pimpin Krakatau Steel Usai RUPSLB, Kinerja Baja Semester I Menguat

    Perubahan jajaran direksi Krakatau Steel menjadi sorotan pelaku industri di Jakarta setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 mengukuhkan Willgo Zainar sebagai Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Langkah tersebut beriringan dengan laporan operasional yang menunjukkan kenaikan volume penjualan baja serta perbaikan margin kotor perseroan.

    Bagi pembaca ibu kota, pembaruan pengurus BUMN baja ini relevan karena terkait rantai pasok konstruksi, infrastruktur, dan industri manufaktur yang banyak berpusat di kawasan Jabodetabek. Perseroan menegaskan agenda transformasi tetap dilanjutkan oleh komposisi dewan yang baru.

    Keputusan RUPSLB dan arah kepemimpinan baru

    Melalui RUPSLB, pemegang saham menetapkan susunan direksi dan komisaris yang berbeda dari periode sebelumnya. Willgo Zainar dipercaya memegang kursi Direktur Utama. Plt. Corporate Secretary PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Rachman Hidayat, menyampaikan bahwa jajaran baru akan meneruskan program transformasi serta restrukturisasi yang sudah berjalan.

    Dalam siaran resmi, Rachman menyatakan perseroan optimistis dapat melanjutkan transformasi, memperbaiki kinerja operasional, dan memperkuat daya saing secara berkelanjutan. Penekanan pada kesinambungan agenda ini menandakan pergantian pengurus tidak dimaksudkan memutus arah strategis, melainkan mempercepat eksekusi di lapangan.

    Volume penjualan dan ringkasan keuangan semester I

    Pada semester I 2026, volume penjualan baja tercatat 614,26 ribu ton. Angka itu naik 30,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi top line, pendapatan mencapai 622,7 juta dolar AS atau sekitar Rp11,15 triliun.

    Laba bruto dibukukan 67,9 juta dolar AS, atau meningkat dua kali lipat secara tahunan. Capaian tersebut, menurut penjelasan perseroan, mencerminkan perbaikan efisiensi. Setelah memperhitungkan pos nonoperasional, laba periode berjalan berada di angka 10,9 juta dolar AS.

    Peran pendanaan Danantara dan fokus operasional

    Perseroan menyebut dukungan pendanaan modal kerja dari Danantara dimanfaatkan untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku, menaikkan utilisasi produksi, serta menata struktur pendanaan pada semester I 2026. Kombinasi likuiditas kerja dan kenaikan volume penjualan menjadi konteks penting di balik penguatan laba bruto.

    Bagi ekosistem industri di sekitar Jakarta dan Banten, stabilitas pasokan baja BUMN berpotensi menopang proyek infrastruktur dan fabrikasi. Namun manajemen tetap menekankan bahwa daya saing jangka panjang bergantung pada kelanjutan efisiensi dan transformasi internal, bukan semata injeksi modal kerja.

    Susunan lengkap dewan komisaris dan direksi

    Berikut komposisi pengurus yang ditetapkan setelah RUPSLB. Dewan Komisaris dipimpin Hendro Martowardojo sebagai Komisaris Utama, dengan Komisaris Independen David Pajung dan Didik Hariyanto, serta Komisaris Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo.

    • Direktur Utama: Willgo Zainar
    • Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Thomas Christian
    • Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio: Hernowo
    • Direktur SDM: Suryantoro Waluyo
    • Direktur Infrastruktur dan Operasi: Sidik Darusulistyo

    Dengan struktur tersebut, pemisahan fungsi keuangan-risiko, komersial-portofolio, SDM, serta infrastruktur-operasi diharapkan memperjelas akuntabilitas harian. Publik pemegang saham dan mitra usaha di Jakarta dapat memantau apakah kenaikan volume dan laba bruto semester I berlanjut pada semester berikutnya seiring kerja jajaran baru.

    Secara keseluruhan, RUPSLB 2026 menandai babak baru kepemimpinan di Krakatau Steel yang dibarengi data operasional relatif lebih kuat. Kelanjutan transformasi, pengelolaan pendanaan, dan eksekusi di lini produksi akan menjadi tolok ukur apakah momentum semester I dapat dijaga hingga akhir tahun buku.

    Sumber: Republika.

    Tag: Krakatau Steel, Willgo Zainar, RUPSLB, direksi BUMN, penjualan baja, Danantara, laba bruto, industri baja