Tag: Mark Ruffalo

  • Dukungan Massal Tokoh Yahudi untuk Mark Ruffalo soal Kritik Merger Media dan Israel

    Dukungan Massal Tokoh Yahudi untuk Mark Ruffalo soal Kritik Merger Media dan Israel

    Lebih dari 170 tokoh Yahudi Ruffalo bela secara terbuka setelah aktor Hollywood itu dituduh antisemitisme. Mereka menilai kritik Mark Ruffalo terhadap rencana akuisisi Warner Bros Discovery oleh Paramount Skydance serta keterkaitan Oracle dengan agenda militer Israel bukan permusuhan terhadap komunitas Yahudi, melainkan soal etika bisnis dan tanggung jawab moral. Isu ini ramai dibahas lintas media global, termasuk di kalangan pembaca Jakarta yang mengikuti perkembangan industri hiburan dan geopolitik.

    Surat terbuka yang dilansir CBC pada Rabu, 2 September 2026, menegaskan bahwa tuduhan tersebut dinilai sebagai kampanye pencemaran nama baik. Para penandatangan menolak penyalahgunaan narasi antisemitisme untuk membungkam kritik terhadap kebijakan atau kerja sama bisnis tertentu.

    Siapa saja yang menandatangani surat terbuka

    Di antara nama yang ikut menandatangani terdapat aktris Hannah Einbinder, sutradara Joel Coen, Emma Seligman, aktor Ilana Glazer, sutradara Jane Schoenbrun, penulis Naomi Klein, pensiunan rabi David Mivasair, serta dokter dan penulis Gabor Mate. Mereka menyebut diri sebagai seniman, penulis, profesional kreatif, tokoh agama, dan pemikir Yahudi.

    Dalam pesan kolektif itu, mereka menyatakan berdiri bersama Mark Ruffalo dan siapa pun yang berani menyuarakan kebenaran. Penegasan ini dimaksudkan untuk memisahkan identitas Yahudi dari dukungan otomatis terhadap setiap langkah perusahaan atau kebijakan pemerintah Israel.

    Awal mula kritik Ruffalo terhadap rencana merger

    Perselisihan bermula ketika Ruffalo menolak rencana akuisisi Warner Bros Discovery oleh Paramount Skydance. Pada 21 Agustus 2026, ia mengunggah sejumlah Instagram Stories yang menyoroti hubungan Oracle dengan Israel. Oracle didirikan bersama oleh Larry Ellison, ayah David Ellison yang menjabat CEO Paramount Skydance.

    Ruffalo juga membagikan cuplikan pernyataan Safra Catz, mantan CEO Oracle yang kini wakil ketua eksekutif perusahaan tersebut. Dalam pertemuan Israeli-American Council National Summit di Washington DC pada akhir 2024, Catz menyebut Oracle melakukan sejumlah upaya—termasuk yang tidak dapat dibahas secara terbuka—demi mendukung agenda militer Israel, serta memiliki teknologi yang digambarkan sangat menakutkan.

    Kaitan Oracle, Gaza, dan kekhawatiran konglomerat media

    Aktor yang kerap memakai pin merah simbol dukungan gencatan senjata di Palestina itu mengaitkan teknologi Oracle dengan sistem penindasan di Gaza. Ia memperingatkan bahwa jika merger Paramount Skydance dan Warner Bros Discovery terwujud, teknologi serupa berpotensi masuk ke salah satu konglomerat media terbesar di dunia dan suatu hari dapat digunakan terhadap publik luas.

    Para penandatangan surat menolak anggapan bahwa mengkritik kerja sama bisnis, kebijakan Pemerintah Israel, atau perusahaan pemasok teknologi ke militer Israel otomatis berarti permusuhan terhadap orang Yahudi. Bagi mereka, menghubungkan situasi di Gaza dengan struktur kekuasaan dan bisnis di Hollywood adalah bagian dari tanggung jawab etis sebagai orang Yahudi.

    Respons publik dan konteks untuk pembaca Indonesia

    Dukungan tokoh Yahudi terhadap Ruffalo menambah lapisan diskusi soal batas antara kritik politik, kebebasan berpendapat, dan label antisemitisme di ruang publik global. Di Jakarta, isu ini relevan bagi penonton film, pekerja kreatif, dan pembaca yang mengikuti rantai kepemilikan media internasional serta dampaknya pada narasi berita dan hiburan.

    Sejumlah artis lain, termasuk Billie Eilish dan Ramy Yousef, sebelumnya juga menyuarakan dukungan serupa terkait gencatan senjata. Perdebatan seputar Ruffalo menegaskan bahwa posisi publik selebritas terhadap konflik di Timur Tengah terus memicu polarisasi, sekaligus mendorong sebagian tokoh Yahudi menegaskan perbedaan antara kritik kebijakan dan kebencian terhadap suatu kelompok.

    Dengan surat terbuka tersebut, para penandatangan berharap publik membedakan antara debat etis soal teknologi, merger media, dan hak asasi dengan tuduhan yang mereka sebut sebagai penyalahgunaan istilah antisemitisme. Perkembangan ini masih akan dipantau seiring proses rencana akuisisi yang menjadi pemicu awal kontroversi.

    Sumber: Republika.

    Tag: Mark Ruffalo, tokoh Yahudi, antisemitisme, Paramount Skydance, Warner Bros, Oracle Israel, surat terbuka, Hollywood