Tag: TNI AD

  • Pantukhir 120 Calon Bintara TNI AD Gelombang III di Manado Dipimpin Pangdam Merdeka

    Pantukhir 120 Calon Bintara TNI AD Gelombang III di Manado Dipimpin Pangdam Merdeka

    Seleksi calon bintara TNI AD gelombang III tahun anggaran 2026 memasuki tahap krusial di Manado. Kodam XIII/Merdeka menggelar pemantauan dan pemilihan akhir atau pantukhir bagi 120 peserta prajurit karier, dengan penegasan kuat pada objektivitas serta transparansi agar hasilnya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

    Kegiatan yang berlangsung Senin itu dipimpin langsung Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus. Ia menegaskan bahwa pantukhir merupakan penentu siapa yang layak melanjutkan pendidikan militer, sehingga standar penilaian tidak boleh longgar.

    Pesan Kasad soal kebutuhan personel teritorial

    Dalam amanatnya, Pangdam membacakan pesan Asisten Personalia Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen TNI I Wayan Suarjana. TNI AD disebut sedang berada di tahun kedua pembentukan satuan teritorial pembangunan tahap VI, sehingga pemenuhan personel harus lewat rekrutmen berkualitas, bukan sekadar mengejar jumlah.

    Staf personalia TNI AD terus mendorong perbaikan sistem penerimaan prajurit. Digitalisasi dan keterbukaan proses menjadi pilar agar setiap tahapan terekam rapi dan minim celah intervensi.

    Seluruh hasil uji diunggah ke server pusat

    Untuk menjaga akuntabilitas, rangkaian pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, hingga penelitian personel diunggah langsung ke server Panitia Pusat. Tim psikologi juga menerapkan Computer Assisted Test atau CAT kepada seluruh calon agar penilaian mental lebih terukur dan seragam.

    Data yang terkumpul menjadi dasar tunggal keputusan kelulusan. Pendekatan ini diharapkan memangkas subjektivitas dan memberi kepastian bahwa yang lolos benar-benar unggul secara komprehensif.

    Karakter tangguh dan loyalitas tak kalah penting

    Asisten Personalia Kasad menekankan bahwa kelulusan murni berdasar akumulasi hasil seleksi yang lengkap. Kemampuan fisik dan akademik tetap diuji, namun aspek mental, karakter tangguh, serta loyalitas dinilai setara pentingnya.

    Mayjen Mirza Agus berharap proses ini menghasilkan bintara prajurit karier yang berintegritas dan profesional. Mereka diharapkan siap memenuhi kebutuhan organisasi TNI AD sekaligus menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

    Relevansi bagi publik di wilayah metropolitan

    Bagi pembaca di Jakarta dan sekitarnya, pola rekrutmen yang mengedepankan digitalisasi serta transparansi menjadi cermin standar penerimaan personel pertahanan nasional. Prinsip serupa kerap diharapkan publik agar setiap jalur masuk institusi negara berjalan adil dan terbuka.

    Dengan pantukhir yang ketat di Manado, Kodam XIII/Merdeka ingin memastikan hanya calon terbaik yang melangkah ke pendidikan lanjutan. Hasil seleksi yang objektif diyakini memperkuat fondasi satuan di masa depan.

    Sumber: Republika.

    Tag: calon bintara, TNI AD, Kodam XIII Merdeka, seleksi pantukhir, Manado, rekrutmen TNI, prajurit karier, digitalisasi seleksi