Upaya edukasi cegah begal dan pencurian kendaraan bermotor kembali digencarkan jajaran Polda Jawa Barat. Di Bandung, polisi menekankan pentingnya kewaspadaan pelajar sekaligus warga sipil terhadap kejahatan jalanan yang kerap menarget sepeda motor dan mobil. Bagi pembaca di Jakarta dan kawasan urban lain, pesan serupa relevan karena pola C3 sering muncul di wilayah padat aktivitas.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, sosialisasi itu diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran kritis. Dengan pemahaman yang utuh, masyarakat diharapkan mampu membaca situasi di lapangan dan tidak lengah saat beraktivitas harian.
Memahami pola kerawanan dan modus pelaku
Menurut Hendra, polisi menyampaikan gambaran mengenai pola kerawanan kejahatan jalanan beserta modus operandi pelaku C3. Informasi tersebut bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membekali pelajar dan warga agar mengenali tanda-tanda berisiko sebelum kejadian benar-benar terjadi.
Ia menegaskan edukasi berlangsung secara komunikatif agar pesan mudah diterima di lingkungan sekolah maupun komunitas. Pendekatan ini dipilih supaya generasi muda tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi ikut menjaga ketertiban di sekitarnya.
Kunci ganda motor dan mobil sebagai langkah praktis
Salah satu imbauan konkret yang disampaikan adalah pemakaian kunci ganda pada sepeda motor maupun mobil. Langkah sederhana itu dipandang sebagai benteng pertama untuk mempersulit aksi pencurian kendaraan bermotor di jalan, parkiran, atau area ramah publik.
Selain pengamanan fisik kendaraan, warga diajak aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi kecil di tingkat RT, sekolah, dan lingkungan kerja dinilai membantu menekan celah yang biasa dimanfaatkan pelaku.
Lapor aktivitas mencurigakan lewat saluran 110
Polda Jabar juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan di wilayah masing-masing. Kanal darurat kepolisian 110 disiapkan sebagai jalur cepat ketika warga menemukan indikasi kejahatan jalanan.
Kombes Hendra menyebut laporan dini dari warga mempercepat respons petugas. Dengan begitu, gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi aksi begal atau curanmor yang merugikan korban secara langsung.
Sinergi polisi, sekolah, dan warga memutus rantai C3
Fondasi utama pemutusan rantai kejahatan C3 di Jawa Barat, kata dia, terletak pada kerja sama kepolisian, sekolah, dan warga. Tanpa kolaborasi itu, edukasi di ruang kelas atau forum publik berisiko berhenti sebagai seruan sesaat.
Melalui pendekatan humanis dan komunikatif, pelajar serta masyarakat diharapkan tumbuh sebagai agen perubahan yang sadar hukum. Mereka didorong mampu melindungi diri sendiri sekaligus lingkungan terdekat dari ancaman kejahatan jalanan.
Pernyataan tersebut disampaikan Hendra pada Rabu, 26 Agustus 2026, seiring rangkaian edukasi yang menyasar pelajar dan publik luas di wilayah hukum Polda Jabar. Kewaspadaan kolektif tetap menjadi kunci, termasuk bagi warga metropolitan yang sehari-hari bergantung pada kendaraan pribadi.
Sumber: Republika.

Leave a Reply