PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA merampungkan rangkaian program TJSL PPA sepanjang Agustus 2026. Kegiatan menjangkau kesehatan masyarakat, pendidikan di wilayah Jabodetabek, penyaluran logistik gempa di Nusa Tenggara Timur, hingga dukungan pelestarian aksara Jawa di Jawa Timur. Direktur Utama PPA M. Teguh Wirahadikusumah menegaskan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI mendorong perusahaan hadir lebih dekat kepada warga.
Empat bidang menjadi poros pelaksanaan, yakni kesehatan, pendidikan, tanggap darurat bencana, dan pelestarian sosial budaya. Sejumlah lokasi menjadi titik distribusi, termasuk Jakarta dan sekitarnya, Jombang, serta jalur logistik bantuan menuju NTT. Karyawan PPA ikut turun sebagai relawan bersama mitra lapangan.
Donor darah di Menara Danareksa bersama RSCM
Pembuka rangkaian adalah aksi donor darah pada 14 Agustus 2026 di Menara Danareksa, Jakarta. Kolaborasi dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mencatat 197 pendaftar, melampaui target 150 orang. Hasil donor diserahkan ke RSCM untuk memperkuat stok darah layanan rumah sakit rujukan nasional yang banyak diakses warga ibu kota dan daerah penyangga.
Kegiatan ini menandai dimensi kesehatan dalam program TJSL PPA. Partisipasi di atas target menunjukkan respons positif karyawan dan lingkungan sekitar kantor terhadap kebutuhan pasokan darah yang kerap menipis pada periode libur panjang dan perayaan nasional.
Relawan mengajar dan bantuan lembaga pendidikan Jabodetabek
Di jalur pendidikan, PPA menjalankan Employee Volunteer Program bertajuk PPA Mengajar. Sebanyak 15 relawan karyawan mendampingi 41 siswa kelas 2 hingga 6 di Sekolah Kami, Bekasi. Selain sesi mengajar, perusahaan menyalurkan bantuan kepada empat lembaga yang melayani anak dengan akses pendidikan terbatas.
Lembaga penerima meliputi Sekolah Kami dan Rumah Autis/Cagar Foundation di Bekasi, Sekolah Masjid Terminal di Depok, serta Sekolah Tahfidzpreneur di Bogor. Anak-anak yang dilayani antara lain berasal dari keluarga pemulung, dhuafa, penyandang disabilitas, anak jalanan, dan yatim di kawasan Jabodetabek. Bagi pembaca Jakarta, jangkauan Depok–Bekasi–Bogor relevan karena banyak warga ibu kota berinteraksi harian dengan wilayah penyangga tersebut.
- Sekolah Kami, Bekasi
- Rumah Autis/Cagar Foundation, Bekasi
- Sekolah Masjid Terminal, Depok
- Sekolah Tahfidzpreneur, Bogor
Dua tahap logistik gempa NTT lewat Halim dan mitra alumni
Respons bencana diarahkan ke NTT dengan total bantuan sekitar dua ton, dikirim dalam dua tahap. Tahap pertama pada 19 Agustus 2026 masuk melalui Posko Penerimaan Bantuan Logistik BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Satu ton pangan dasar dikemas dalam 196 koli berisi mi instan, beras, kornet, dan sarden. Titik Halim menjadi gerbang logistik yang familiar bagi warga Jakarta saat penyaluran bantuan nasional.
Tahap kedua pada 22 Agustus 2026 digelar bersama Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin. Muatan satu ton mencakup beras, mi instan, minyak goreng, telur, susu UHT, air minum, plus dukungan kelistrikan dan ransum bagi relawan di lapangan. Teguh menekankan kebutuhan dasar warga terdampak harus dipenuhi cepat, sementara kolaborasi dengan BNPB dan IKATEK UNHAS membantu penyaluran lebih tertarget.
Pelatihan aksara Jawa di dua pesantren Jombang
Penutup program adalah dukungan terhadap Pelatihan 6 Jam Bisa Baca-Tulis Carakan Jawa yang diinisiasi Yayasan Bina Aksara Mulya. Kegiatan berlangsung 27 dan 29 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang serta Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang. Fokusnya memperkuat literasi aksara Jawa bagi generasi muda di lingkungan pesantren.
Menurut Teguh, seluruh rangkaian melibatkan karyawan sebagai relawan dan mitra pelaksana. Ke depan, PPA berencana memperkuat program yang memberi dampak nyata, menjawab kebutuhan mendesak, sekaligus menjaga nilai budaya bangsa. Kombinasi aksi di Jabodetabek, jalur logistik Jakarta menuju NTT, dan pelestarian budaya di Jawa Timur menempatkan kontribusi BUMN pengelola aset ini pada spektrum yang luas.
Bagi publik Jakarta, jejak kegiatan di Menara Danareksa, Halim Perdanakusuma, serta lembaga pendidikan Depok–Bekasi–Bogor memperlihatkan bahwa inisiatif sosial korporasi tidak hanya berpusat di luar pulau, tetapi juga menyentuh kebutuhan harian di kawasan metropolitan.
Sumber: Republika.

Leave a Reply