Literasi Finansial Diperkuat OJK Papua bagi Pelajar di Jayapura

Written by

in

Upaya memperkenalkan literasi keuangan pelajar kembali digencarkan di Papua. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua menyasar peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 75 di Jayapura agar terbiasa mengatur uang, menabung, dan mengenali layanan keuangan sejak usia sekolah. Bagi pembaca di Jakarta, langkah serupa menjadi cermin pentingnya fondasi finansial nasional yang merata hingga daerah.

Kegiatan tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Papua, Fatwa Aulia, di Jayapura pada Kamis. Ia menekankan bahwa pemahaman soal uang bukan sekadar teori di kelas, melainkan bekal praktis agar pelajar mampu membelanjakan dana secara tepat dan memahami manfaat menabung dalam jangka panjang.

Fokus pada kebiasaan menabung sejak usia sekolah

Program dijalankan seiring perayaan Hari Indonesia Menabung (HIM) serta puncak Bulan Literasi Keuangan (BLK). Harapannya, peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 membentuk pola hemat dan disiplin menyisihkan uang saku sebelum kebiasaan konsumtif menguat.

Sebagai wujud nyata, digelar seremoni pembukaan rekening Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel). Rekening ini menjadi pintu masuk budaya menabung yang terhubung dengan lembaga keuangan formal, sehingga anak-anak mengenal mekanisme simpanan yang aman dan terawasi.

Kolaborasi industri jasa keuangan di aula sekolah

Materi edukasi disusun bersama Industri Jasa Keuangan (IJK). Kerja sama itu memudahkan penyampaian topik pengelolaan keuangan, pengenalan produk serta layanan, dan cara memanfaatkan fasilitas keuangan agar mudah dicerna pelajar.

Lokasi kegiatan berada di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 75 Jayapura. Pendekatan langsung di lingkungan sekolah dinilai efektif menjangkau peserta didik tanpa harus menunggu mereka dewasa baru mengenal risiko dan peluang finansial.

Waspada risiko keuangan digital sejak dini

Aulia mengingatkan, semakin banyak anak memahami pengelolaan uang serta memakai produk keuangan secara bijak dan aman, semakin tinggi pula kewaspadaan terhadap risiko digital. Ancaman penipuan daring dan penggunaan layanan yang tidak hati-hati menjadi isu yang perlu dikenalkan lebih awal.

Literasi keuangan pelajar diposisikan sebagai fondasi generasi mandiri yang cakap mengambil keputusan soal uang. Di tingkat nasional, termasuk di pusat seperti Jakarta, tema yang sama kerap digaungkan agar kesenjangan pemahaman antara kota besar dan daerah tidak melebar.

Perluasan edukasi bersama pemda dan pelaku industri

OJK Papua menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah serta industri jasa keuangan. Sasaran utamanya memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat, dengan prioritas kelompok pelajar di berbagai jenjang.

Dengan pola kolaboratif itu, pengenalan SimPel, kampanye HIM, dan materi BLK diharapkan tidak berhenti pada satu sekolah. Konsistensi pendampingan menjadi kunci agar literasi keuangan pelajar tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar acara seremonial.

Ringkasnya, inisiatif di Jayapura menegaskan bahwa kecakapan finansial bisa ditanamkan lewat ruang kelas, pembukaan tabungan, dan kerja sama lintas lembaga. Model ini relevan dipantau publik di Jakarta sebagai bagian dari agenda literasi keuangan nasional yang menyentuh generasi muda di seluruh Indonesia.

Sumber: Republika.

Tag: literasi keuangan, OJK Papua, Sekolah Rakyat Jayapura, tabungan SimPel, Hari Indonesia Menabung, edukasi pelajar, keuangan digital, Bulan Literasi Keuangan

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *