Edukasi literasi uang menyatu dengan semangat olahraga ketika simulasi penipuan finansial digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu (13/9/2026). Astra Financial menempatkan booth Live Scam Experience hanya beberapa langkah dari garis start SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 Powered by Astra Financial, ajang yang diikuti sekitar 5.000 pelari. Bagi pembaca di Jakarta, pola tipu daya lewat telepon yang disimulasikan di sini relevan karena modus serupa kerap menarget warga ibu kota.
Acara tahunan yang digagas Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta itu memasuki gelaran kelima sejak 2022. Tahun ini olahraga, budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal dipadukan dalam satu rangkaian, dengan Astra Financial sebagai mitra utama. Kategori lari diperluas: Half Marathon 21K melengkapi 5K dan 10K, plus 5K Pelajar untuk pembinaan atlet muda.
Booth simulasi di dekat garis start
Di area start, pengunjung dan peserta sengaja dihubungi dengan skenario modus penipuan. Tujuannya bukan menakut-nakuti, melainkan melatih refleks membedakan tawaran palsu, tekanan waktu, dan permintaan data sensitif. Pengalaman langsung dinilai lebih menempel ketimbang sekadar brosur imbauan.
Penempatan booth di jalur yang ramai memastikan edukasi menjangkau pelari sebelum dan sesudah start. Interaksi singkat itu menjadi pengingat bahwa kecerdasan finansial sama pentingnya dengan daya tahan fisik di lintasan.
SiBakul Jogja: olahraga bertemu UMKM
SiBakul Jogja Sport & Fest sejak awal dirancang Diskop DIY sebagai wadah memadukan kompetisi lari dengan promosi koperasi serta usaha kecil menengah. Kehadiran mitra finansial memperkuat sisi perlindungan konsumen di tengah hiruk-pikuk festival.
Penambahan Half Marathon 21K menandai peningkatan skala event. Kategori 5K Pelajar sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk merasakan atmosfer lomba resmi tanpa meninggalkan pesan kewaspadaan terhadap penipuan digital dan telepon.
Mengapa uji kecerdasan finansial penting
Modus telepon palsu sering memanfaatkan nama lembaga, ancaman denda, atau iming-iming hadiah. Simulasi di Mandala Krida meniru tekanan tersebut agar peserta belajar berhenti sejenak, memverifikasi identitas, dan tidak menyerahkan OTP atau data rekening.
Bagi masyarakat urban, termasuk pekerja migran dan keluarga di Jakarta yang kerap menerima panggilan mencurigakan, latihan serupa bisa menjadi model edukasi publik. Event olahraga massal memberi akses ke audiens yang beragam usia dalam waktu singkat.
- Kenali nomor dan identitas penghubung sebelum merespons.
- Jangan bagikan kode OTP, PIN, atau foto dokumen atas desakan telepon.
- Putuskan panggilan dan hubungi kanal resmi lembaga terkait.
- Laporkan upaya penipuan ke pihak berwenang atau kanal aduan formal.
Dampak bagi peserta dan ekosistem lokal
Dengan sekitar 5.000 pelari, pesan anti-scam berpotensi menyebar ke komunitas lari, sekolah, dan pelaku UMKM yang ikut festival. Integrasi edukasi finansial ke dalam event olahraga mengurangi kesan formal yang sering membuat materi literasi kurang diminati.
Penyelenggara dan mitra menekankan bahwa perlindungan data serta kewaspadaan transaksi mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi lokal yang dipamerkan di festival. Peserta diharapkan meninggalkan stadion tidak hanya dengan catatan waktu tempuh, tetapi juga kebiasaan baru memeriksa keabsahan setiap tawaran lewat telepon.
SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 di Mandala Krida memperlihatkan bahwa literasi finansial dapat disisipkan secara kreatif di ruang publik. Simulasi penipuan di garis start menjadi pengingat kolektif: kewaspadaan terhadap scam adalah bagian dari kesiapan menghadapi tantangan di luar lintasan lari, termasuk bagi warga yang sehari-hari beraktivitas di kawasan metropolitan seperti Jakarta.
Sumber: Sindo News.









