Maluku Utara Puncaki IKD 2026, DKI Jakarta Raih Perunggu di BRIN

Written by

in

Pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah menjadi sorotan baru tata kelola pembangunan setelah Persatuan Insinyur Indonesia bersama Kementerian Dalam Negeri menyerahkan penghargaan kepada pemerintah daerah berprestasi. Acara penganugerahan digelar di Gedung B.J. Habibie, kawasan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Jakarta, Sabtu malam, 29 Agustus 2026, dan menarik perhatian publik ibu kota karena DKI Jakarta ikut masuk jajaran penerima medali.

Pada penyelenggaraan perdana ini, sebanyak 327 pemerintah daerah—mencakup provinsi, kabupaten, dan kota—mengikuti asesmen yang disusun PII bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri. Instrumen tersebut menilai seberapa serius praktik keinsinyuran diletakkan dalam perencanaan hingga evaluasi pembangunan lokal.

Peringkat provinsi dan capaian tertinggi nasional

Dari enam provinsi yang masuk nominasi, Maluku Utara meraih Penghargaan IKD Emas. Riau menyusul dengan Perak, sementara DKI Jakarta memperoleh Perunggu. Bagi pembaca di Jakarta, medali perunggu itu menandai bahwa ibu kota masih tercatat dalam radar keinsinyuran nasional, meski belum menempati puncak klasemen.

Maluku Utara juga diganjar IKD Platinum sebagai daerah dengan nilai indeks tertinggi sepanjang 2026. Penghargaan diterima Wakil Gubernur Sarbin Sehe yang mewakili Gubernur Sherly Tjoanda. Capaian ganda tersebut menegaskan posisi provinsi kepulauan itu sebagai acuan awal penerapan standar keinsinyuran di tingkat provinsi.

Kabupaten dan kota yang unggul

Pada jenjang kabupaten dan kota, kompetisi lebih ketat. Sembilan kota dan 18 kabupaten masuk nominasi. Hasil akhirnya menempatkan Kabupaten Sragen sebagai peraih IKD Perak, sedangkan Kota Balikpapan mendapat Perunggu. Keduanya dinilai menonjol dalam penerapan mutu teknis dan kebijakan terkait praktik insinyur di lingkungan pemerintahan daerah.

Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri, khususnya BSKDN, yang menyambut inisiatif pengukuran bersama. Ia menegaskan indeks ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran agar asesmen praktik keinsinyuran merata di provinsi, kabupaten, maupun kota.

Komponen penilaian dan peran insinyur

Ketua Pelaksana IKD Handoko menjelaskan bahwa pengukuran 2026 memakai lima komponen utama: urusan, aspek, parameter, kriteria, dan predikat indeks. Dua komponen pendukung berupa bobot urusan serta rasio ASN bergelar sarjana teknik turut memperkaya bobot penilaian. Fokusnya mencakup standar mutu, kapasitas inovasi, dan kebijakan praktik keinsinyuran dalam pembangunan daerah.

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Digitalisasi Pemerintah, dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri, David Yama, mengingatkan bahwa kualitas pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran. Perencanaan matang, profesionalisme, teknologi tepat, dan keberlanjutan harus menjadi tolok ukur. Karena itu, keterlibatan insinyur dinilai perlu sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, hingga menjaga keberlanjutan program.

  • Penerapan standar mutu teknis di layanan publik daerah
  • Kapasitas inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna
  • Kebijakan yang menempatkan praktik keinsinyuran dalam tata kelola
  • Rasio ASN berpendidikan teknik sebagai penopang kelembagaan

Jembatan menuju CAFEO 44 di Bandung

Penganugerahan IKD 2026 sekaligus menjadi bagian rangkaian Road to CAFEO 44, konferensi organisasi insinyur se-Asia Tenggara yang akan digelar di Bandung pada 20–22 Oktober 2026. Indonesia melalui PII bertindak sebagai tuan rumah. Chair CAFEO 44 sekaligus Direktur Eksekutif PII, Santhi H Serad, menilai forum ASEAN itu mempertemukan insinyur, pemerintah, perguruan tinggi, industri, serta generasi muda untuk berbagi pengetahuan dan kolaborasi.

Tema CAFEO 44, “Future of ASEAN: Shared Prosperity and Humanity through Inclusive and Sustainable Industrialisation”, menekankan industrialisasi dan teknologi yang tetap berpusat pada kemanusiaan serta tidak meninggalkan daerah dan pelaku usaha. Santhi melihat IKD dan CAFEO bertemu pada cita-cita pembangunan inklusif dan berkelanjutan—pesan yang relevan bagi Jakarta sebagai pusat pemerintahan sekaligus salah satu peraih penghargaan.

Ilham Habibie turut memberi selamat kepada seluruh penerima, peserta asesmen, asesor, tim ad hoc, tim monitoring dan evaluasi, serta panitia. Menurutnya, hasil IKD menjadi indikator bahwa praktik keinsinyuran mulai diposisikan sebagai bagian penting tata kelola pembangunan daerah. Bagi warga Jakarta, kehadiran DKI di podium perunggu dan lokus acara di BRIN menjadi pengingat bahwa profesionalisme teknik di birokrasi daerah akan terus diukur secara terbuka pada tahun-tahun berikutnya.

Sumber: Republika.

Tag: indeks keinsinyuran daerah, PII, Kemendagri, Maluku Utara, DKI Jakarta, pembangunan daerah, CAFEO 44, insinyur Indonesia

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *